Desain Masjid Al Furqon
Desain Masjid Al Furqon.
30 April 2009 lalu. Saat Pulang dari suatu tempat, kami sempat singgah ke warung-warung kopi untuk bersantai sejenak bersama rekan-rekan kami, saat itu kami sempat membaca sebuah koran harian yang memuat pembahasan mengenai Masjid Al Furqon ini. Sebenarnya pembangunan masjid ini merupakan upaya dari masyarakat sekitar untuk menyediakan sarana peribadatan, karena selama ini mereka belum memiliki sebuah sarana ibadah yang memadai untuk kegiatan ibadah/shalat. Hanya memanfaatkan ruang lantai dasar yang belum selesai difinishing untuk kegiatan shalat & pengajian anak-anak pada sore hari.
Melihat upaya positif dari masyarakat ini (disekitar kawasan Dago Pakar, Bandung), kemudian muncul sebuah inisiatif dari kami untuk membantu mendesainkan sebuah bangunan masjid tanpa fee design. Disini kami berhubungan dengan seorang kepala pemuka masyarakat yang sangat baik hati & ramah, beliau bernama Bpk. H. Hartono.
Dibawah ini adalah beberapa tampilan lokasi masjid yang kami foto saat berada dilokasi :

Gambar. Situasi bangunan masjid.
Setelah beberapa kali kami melakukan percakapan dengan pak H.Hartono, akhirnya kami mencoba mencoba turun ke lapangan melakukan pengukuran & analisis kondisi lahan. Dari hasil survey lahan, posisi bangunan masjid ini berada tepat disisi jalan utama, dimana terdapat banyak paluang bagi siapa saja untuk singgah sejenak melaksanakan shalat dimasjid ini. Kondisi lahan cukup berkontur, karena memang berada diarea pegunungan. Setelah kegiatan survey lahan & beberapa percakapan yang kami lakukan, kemuadian team kami mulai bergerak untuk melakukan proses perancangan untuk masjid ini, dimana membutuhkan waktu kurang lebih sekitar satu bulan untuk menyelesaikan semua kegiatan perancangan.
Hasil dari perancangan masjid Al furqon ini dapat dilihat pada gambar-gambar dibawah ini :
A. Gambar Denah Lantai Masjid



B. Gambar Suasana Eksterior & Interior Masjid



Eksterior Masjid.
Ciri utama dari bangunan masjid ini adalah berupa atap yang berlapis, atap ini sebenarnya merupakan atap tradisional rumah sunda, pada bagian paling atas biasanya dipasangi beberapa Toa/pengeras suara untuk mengumandangkan adzan saat akan memasuki waktu shalat. Sementara sebuah menaret yang berada disebelah bangunan masjid adalah sebagai penanda bangunan ibadah.
Interior Masjid
Suasana interior masjid ini sengaja kami buat sealami mungkin dengan memanfaatkan kayu bekas bekisting yang dipakai untuk pembangunan. Kayu - kayu bekas yang ada, dicek dan dipilih yang masih kuat untuk digunakan sebagai bahan konstruksi atap, sehingga dapat sedikit menghemat biaya pembangunan. Sementara untuk lantai, kami gunakan Lamenated Floor yang bermotif kayu, bahan ini cukup murah & pemasangannya pun sangat mudah dan cepat.
Akhirnya pekerjaan kami untukdesain masjid Al furqon ini selesain, dan insya Allah saat ini sedang dalam tahap pembangunan.
Sekian, semoga penjelasan mengenai proyek ini dapat memberi manfaat. Terima kasih.





