Tips Bangun Rumah dengan Budget Minim

Membangun rumah dengan budget minim seringkali disalah artikan dengan mengurangi kuantiti bahan. Akibatnya, tentu saja kualitas bangunan dikorbankan menjadi dibawah standar keamanan yang dipersyaratkan. Seperti contoh misalnya, mengurangi takaran semen dan atau mengubah ukuran besi beton yang awalnya full menjadi kecil. Jika hal tersebut dilakukan, tentulah rumah yang dibangun akan sangat beresiko terjadi keruntuhan akibat gempa, bukan?

Cara Membangun yang Benar dengan Budget Minim

Untuk membangun dengan budget minim, yang pertama anda lakukan adalah membuat prioritas kebutuhan. Pertimbangkan konsep rumah tumbuh dalam pembangunan rumah anda. Misalnya apabila ruang tamu belum diperlukan, maka anggaran bisa dialokasikan untuk mempercantik teras dan halaman rumah. Dan atau, utamakan pembangunan kamar-kamar yang lebih sering untuk dipakai. Anda dapat pula mempertimbangkan konsep loft (open space) untuk menghindari pembuatan dinding masif yang tentu saja menghabiskan banyak biaya.

Syarat utama membangun rumah minim biaya adalah memprioritaskan kebutuhan ruang. Ingat, kekuatan struktur bangunan harus menjadi prioritas utama.

Gunakan Material yang Aman untuk Struktur

Selain itu, anda perlu mempertimbangkan penggunaan material ringan dalam konstruksi. Misalnya menggunakan floor hardener sekaligus plat lantai untuk mengurangi beban struktur atau menggunakan material yang ringan. Anda juga perlu mempertimbangkan kayu kelapa atau bambu untuk membuat bangunan dua lantai apabila budget anda tidak banyak. Langkah-langkah tersebut dapat membantu anda mengurangi pengeluaran dengan mengefisienkan ukuran struktur bangunan.

Dalam perencanaan arsitektural rumah, anda perlu mempertimbangkan penggunaan desain siap bangun yang sesuai selera anda. Untuk keperluan ini anda bisa saja mendapatkannya melalui market place atau mungkin referensi lainnya. Dengan strategi ini anda dapat mempersingkat waktu perencanaan, menghemat biaya perencanaan karena anda tinggal menghubungi tukang bangunan. Mendapatkan keseluruhan gambar perijinan dan konstruksi, serta mendapatkan gambaran ril mengenai kebutuhan ruang anda.

Siapkan Perizinan

Apabila perencanaan rumah sudah dilakukan, tentu saja jangan lupa untuk mengurus perijinannya. Dengan gambar kerja yang lengkap serta keperluan administrasi yang lain, anda dapat mempercepat pengurusan IMB. Nah, keuntungan ini dapat anda gunakan untuk belanja material yang dibutuhkan apabila pembangunannya akan anda awasi sendiri. Pastikan untuk menghindari penggunaan material KW, terutama pada besi beton karena akan mengurangi kekuatan struktur rumah anda.
 
Dalam pembelian bahan, lebih baik anda mengkalkulasi seluruh kebutuhan dan memesan sesuai volume yang dihitung dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Anda akan diuntungkan dengan mendapatkan potongan harga yang cukup lumayan untuk dialokasikan pada material lain. Pastikan juga anda menyimpan material tersebut pada tempat yang aman dan terlindung dari hujan atau panas. Apabila gudang anda tidak cukup menampung stok material, sebaiknya anda membeli berdasarkan prioritas kerja. Misalnya untuk tahap pertama adalah pembangunan pondasi, maka prioritaskan pembelian semen, pasir, batu, besi, dan alat bantu lainnya sesuai dengan volume pekerjaan tersebut.

Pilih Tukang Bangunan yang Tepat

Nah, apabila budget anda masih cukup untuk menyewa pengawas lapangan, ini akan mempermudah pekerjaan anda. Pastikan perjanjian kerja beserta fee tertulis dalam kontrak kerja yang baik. Anda juga perlu mengetahui riwayat kerja si pengawas supaya tidak dirugikan.

Apabila budget anda masih bisa digunakan untuk menyewa kontraktor, sebaiknya pilihlah kontraktor dengan cv yang baik. Salah memilih kontraktor justru akan membuat uang anda terhambur percuma. Pastikan pula kontraktor tersebut mengetahui cara pembacaan gambar kerja untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Pembangunan budget minim juga mensyaratkan anda tidak membuat perubahan-perubahan permintaan yang signifikan karena akan menelan banyak uang anda sendiri.

Akan lebih baik apabila anda mentahapkan pekerjaan pembangunan rumah. Misalnya untuk pembangunan struktur utama, anda mentenderkan pada kontraktor harga pembangunannya. Kemudian pada pekerjaan finishing, anda mentenderkan kembali pekerjaan ini. Dengan cara ini tentu saja tidak sepraktis apabila anda menyerahkan pembangunan secara total kepada kontraktor. Keuntungannya adalah kontrol anda terhadap arus pengeluaran proyek dan hasil pekerjaan kontraktor. Hal ini menghindari anda dari kecurangan kontraktor. Seringkali kontraktor yang nakal tiba-tiba meminta budget lebih atau menghentikan proyek dengan berbagai alasan di luar kesepakatan awal. Nah, anda tidak ingin seperti itu bukan?

Pembangunan dengan budget minim juga membutuhkan kompromi psikologis. Anda mungkin mengharapkan rumah anda sebagus atau sebesar tetangga anda. Sayangnya, kenyataan mengharuskan anda menekan biaya finishing atau mentahapkan ruangan yang harus dibangun. Selain itu anda harus berkompromi dengan berbagai macam kebiasaan baru dikarenakan keterbatasan ruangan yang dapat dibangun saat ini. Inilah yang seringkali membuat orang mencari jalan pintas, memaksakan pembangunan secara keseluruhan dengan mengurangi takaran bahan. Pilihannya ada pada anda, ingin rumah anda kuat atau sepintas bagus tetapi rapuh!.